Jakarta – Perusahaan gas milik negara PT Perusahaan Gas Negara (PGN) memamerkan infrastruktur gas alamnya di Sumatra Utara kepada para investor ritel terbesarnya, sekaligus menyoroti kesiapan perusahaan untuk mendukung pertumbuhan bisnis dan memperluas jangkauan jaringan gas di seluruh Sumatra dan Kepulauan Riau, demikian disampaikan perusahaan tersebut pada Senin, 13 Juli.
Kunjungan para investor tersebut bertujuan untuk memperlihatkan kemampuan operasional PGN, pengelolaan infrastruktur, serta potensi ekspansi pasar di masa depan, yang didukung oleh proyek-proyek strategis seperti rencana pembangunan pipa transmisi gas Sumatra Utara–Riau (Sutri) yang sedang dikembangkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.
Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN, Heri Murahmanta, mengatakan bahwa wilayah Sumatra menawarkan portofolio pelanggan yang seimbang, yang memadukan konsumen gas industri berskala besar di Batam dengan pasar yang telah terjangkau secara luas di Medan dan Palembang.
“Kombinasi karakteristik pasar tersebut menjadi kekuatan bagi PGN dalam menjaga pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan, sekaligus menciptakan portofolio pelanggan dengan profil risiko yang lebih terukur,” kata Heri.
Per April 2026, Wilayah Penjualan dan Operasi I PGN mendistribusikan sekitar 147 miliar British thermal units per hari (BBTUD) gas alam kepada lebih dari 136.000 pelanggan di seluruh Sumatra dan Kepulauan Riau.
PGN menyatakan bahwa operasinya di Sumatera Utara didukung oleh infrastruktur yang dikelola oleh anak perusahaannya, PT Pertamina Gas Operation North Sumatra Area (ONSA), yang terhubung dengan pasokan gas dalam negeri, termasuk fasilitas regasifikasi LNG Arun dan beberapa blok gas hulu. Jaringan tersebut memasok listrik ke pembangkit listrik, kawasan industri, dan produsen pupuk.
Menurut Heri, pipa transmisi Sutri akan memperkuat konektivitas gas di seluruh pulau dengan menghubungkan wilayah utara, tengah, dan selatan Sumatra, sehingga memungkinkan fleksibilitas yang lebih besar dalam pengangkutan gas domestik dari Aceh ke Lampung.
Saat ini, PGN mengoperasikan jaringan pipa gas sepanjang sekitar 1.834 kilometer yang melayani pelanggan perumahan, komersial, dan industri di Sumatra Utara. Perusahaan tersebut menyatakan akan terus mengintegrasikan infrastruktur pipa dan non-pipa, termasuk gas alam terkompresi (CNG) dan gas alam cair (LNG), untuk memenuhi permintaan energi yang terus meningkat serta mendukung transisi energi Indonesia. (nsh)
Foto banner: PGN


