World Cities Summit di Singapura, hadirkan para pimpinan kota, dorong pertumbuhan berkelanjutan

Singapura – World Cities Summit (WCS) edisi ke-10 dibuka di Singapura pada Senin, 15 Juni, yang mempertemukan para pemimpin pemerintah, wali kota, perencana kota, dan pakar industri dari seluruh dunia untuk membahas solusi dalam membangun kota-kota yang lebih layak huni, tangguh, dan berkelanjutan. Diselenggarakan pada 14–16 Juni, konferensi ini bertema “Liveable and Sustainable Cities: ACT Now!” atau “Kota yang Layak Huni dan Berkelanjutan: Bertindak Sekarang!”, yang menyerukan kepada kota-kota untuk mempercepat inovasi, berkolaborasi lintas sektor, dan mentransformasi pembangunan perkotaan demi generasi mendatang.

Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong menyampaikan pidato khusus pada sidang pleno pembukaan. Pada saat yang sama, Menteri Pembangunan Nasional Chee Hong Tat memimpin diskusi bersama para wali kota dan pemimpin kota dari lebih dari 100 kota. Topik-topik utama yang dibahas meliputi ketahanan terhadap perubahan iklim, perumahan terjangkau, kecerdasan buatan, regenerasi perkotaan, dan mobilitas berkelanjutan.

Di antara para peserta internasional terdapat Gubernur Jakarta, Pramono Anung Wibowo, yang turut hadir dalam sesi pembukaan. Selama konferensi tersebut, Pemerintah Kota Jakarta dan Centre for Liveable Cities Singapura diperkirakan akan menandatangani perjanjian kerja sama berdurasi dua tahun yang mencakup perencanaan kota terpadu, pengembangan transportasi dan infrastruktur, inisiatif kota pintar, adaptasi iklim, serta pembangunan komunitas yang tangguh.

Pertama kali diselenggarakan pada tahun 2008, World Cities Summit yang diadakan setiap dua tahun sekali telah berkembang menjadi salah satu platform terkemuka di dunia dalam bidang tata kelola perkotaan dan pembangunan kota berkelanjutan, yang menarik peserta dari lebih dari 250 kota di seluruh dunia. Acara ini mendorong pertukaran pengetahuan, kemitraan, dan solusi praktis untuk mengatasi tantangan perkotaan.

Acara ini diselenggarakan di Suntec Convention and Exhibition Centre, Singapura, bersamaan dengan Asia Infrastructure Forum (AIF) 2026. Penyelenggaraan kedua acara ini secara bersamaan menyoroti hubungan erat antara pembangunan perkotaan dan investasi infrastruktur, dengan kedua acara tersebut berfokus pada pembiayaan, perencanaan, dan penyediaan infrastruktur berkelanjutan yang diperlukan untuk mendukung kota-kota di Asia yang berkembang pesat.

Asia Infrastructure Forum 2026, yang dibuka pada 16 Juni, mempertemukan para investor, pembuat kebijakan, dan pengembang proyek untuk membahas kebutuhan pembiayaan infrastruktur di kawasan ini serta mempercepat pelaksanaan proyek-proyek infrastruktur berkelanjutan di seluruh Asia. (nsh)

Foto banner: World Cities Summit 2026

Like this article? share it

More Post

Receive the latest news

Subscribe To Our Weekly Newsletter

Get notified about new articles