Musisi serukan tindakan nyata untuk hadapi perubahan iklim di Indonesia Net-Zero Summit 2026

Jakarta – Para musisi dan pelaku industri musik Indonesia bersatu untuk mendesak dilakukannya tindakan iklim yang lebih tegas melalui gerakan “Music Declares Emergency” Indonesia. Mereka berpartisipasi dalam acara Indonesia Net-Zero Summit (INZS) 2026 di Jakarta pada Sabtu, 1 Agustus.

Kelompok tersebut, yang menggambarkan dirinya sebagai jaringan seniman, profesional musik, organisasi, dan individu yang berkomitmen untuk melindungi kehidupan di Bumi, membuka booth di konferensi tersebut guna mendorong lebih banyak orang untuk menandatangani deklarasi iklimnya. Indonesia menjadi negara pertama di Asia yang meluncurkan cabang Music Declares Emergency pada Hari Bumi bulan April 2023.

Hingga Agustus 2026, gerakan tersebut menyatakan bahwa 8.579 organisasi, seniman, dan individu telah menandatangani deklarasinya, yang menyerukan tindakan mendesak untuk mengatasi krisis iklim dan keanekaragaman hayati.

Deklarasi tersebut mendesak pemerintah Indonesia untuk segera mengambil langkah-langkah guna melindungi keanekaragaman hayati dan mengurangi emisi gas rumah kaca, termasuk menurunkan emisi bersih sebesar 45% pada tahun 2030 dan mencapai emisi nol bersih pada tahun 2050. Deklarasi tersebut juga menyerukan percepatan transisi ke energi terbarukan, penghentian bertahap penggunaan batu bara, dukungan kepada masyarakat adat dalam melestarikan keanekaragaman hayati, serta penguatan kerja sama internasional untuk membantu Indonesia mencapai target iklimnya.

Inisiatif ini juga menyadari jejak lingkungan yang ditinggalkan oleh industri musik itu sendiri. Para penandatangan berkomitmen untuk memperbaiki praktik-praktik di industri ini dan mengurangi dampak lingkungan yang mereka timbulkan, sekaligus memanfaatkan musik sebagai wadah untuk menginspirasi kesadaran dan tindakan terkait iklim.

Musik Declares Emergency Indonesia menyatakan bahwa musisi memiliki kemampuan unik untuk membentuk opini publik dan menggerakkan masyarakat, sehingga menjadikan sektor kreatif sebagai mitra penting dalam memajukan aksi iklim. Partisipasi gerakan ini dalam INZS 2026 menyoroti peran yang semakin besar dari para seniman dan komunitas budaya dalam mendukung transisi Indonesia menuju masa depan rendah karbon. (nsh)

Foto banner: Teddy Adhitya dalam acara Indonesia Net-Zero Summit 2026. Foto: Sekretariat FPCI

Like this article? share it

More Post

Receive the latest news

Subscribe To Our Weekly Newsletter

Get notified about new articles