Indonesia tawarkan 118 blok migas, untuk tingkatkan produksi dan tarik investor

Jakarta – Indonesia membuka 118 wilayah kerja minyak dan gas yang prospektif bagi para investor dalam upaya mempercepat pengembangan hulu dan mencapai target produksi hingga 1 juta barel minyak per hari pada tahun 2029, demikian disampaikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada Kamis, 21 Mei.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengumumkan rencana tersebut dalam acara Indonesia Petroleum Association Convention dan Exhibition (IPA Convex) 2026, dengan memposisikan langkah tersebut sebagai bagian dari strategi yang lebih luas untuk memperkuat ketahanan energi di tengah meningkatnya permintaan domestik dan ketidakpastian pasokan global.

“Ini saya buka secara umum, siapa saja boleh (ikut). Tidak perlu nego-nego di belakang meja. Yang penting kalian punya teknologi, kalian punya uang, kalian punya keseriusan. Silahkan mengelola hasil yang ada untuk kebaikan rakyat bangsa dan negara,” kata Bahlil, sambil menekankan pentingnya proses lelang yang terbuka dan kompetitif untuk blok-blok minyak dan gas.

Per Mei 2026, kementerian telah mengidentifikasi 118 wilayah kerja potensial, yang terdiri dari 43 blok yang sedang dalam tahap studi bersama, 50 blok dalam tahap pengumpulan data dan penawaran, serta 25 blok yang telah diberikan. Delapan dari blok yang telah diberikan—Gagah, Bintuni, Karunia, Drawa, Jalu, Southwest Andaman, Barong, dan Nawasena—telah ditandatangani setelah lelang tahun 2025.

Kedelapan blok ini mencakup komitmen investasi sebesar USD 57,95 juta dan bonus penandatanganan sebesar USD 3,15 juta, dengan perkiraan cadangan sebesar 255 juta barel minyak dan 13,79 triliun kaki kubik gas.

Pemerintah berharap investasi tersebut dapat membantu menemukan cadangan baru, meningkatkan produksi nasional, dan menghasilkan pendapatan negara sekaligus menciptakan lapangan kerja. Pemerintah juga mendorong partisipasi yang lebih besar dari pelaku usaha daerah, asalkan mereka memenuhi persyaratan teknis dan keuangan.

Bahlil menyerukan koordinasi yang lebih erat antara kementerian, regulator hulu SKK Migas, dan para kontraktor guna memperlancar pelaksanaan proyek dan menghindari keterlambatan, sambil menekankan bahwa penyederhanaan regulasi dan peningkatan kerja sama merupakan kunci untuk menarik investasi di sektor yang masih tergolong berisiko tinggi.

Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya yang lebih luas, yang mencakup reaktivasi sumur-sumur yang tidak beroperasi dan penerapan teknologi pemulihan minyak yang ditingkatkan guna mendukung tujuan kemandirian energi jangka panjang Indonesia. (nsh)

Foto banner: ESDM

Like this article? share it

More Post

Receive the latest news

Subscribe To Our Weekly Newsletter

Get notified about new articles