Australia berkomitmen dukung transisi energi Indonesia dengan dana besar

Jakarta – Australia menegaskan komitmennya untuk membantu Indonesia dengan menyiapkan dana besar untuk mendukung transisi energi dari ketergantungan batu bara menuju energi bersih. Duta Besar Australia untuk Perubahan Iklim, Kristin Tilley menekankan bahwa investasi tersebut bukan hanya untuk kepentingan Australia sendiri, tetapi juga untuk membantu negara-negara lain di kawasan ASEAN.

“Melalui berbagai keterlibatan kami dengan ASEAN, termasuk dukungan kepada Indonesia, kami menggunakan bantuan pembangunan kami untuk memfasilitasi transisi mereka ke energi bersih,” ujar Tilley dalam konferensi pers, Selasa, 7 Mei.

Tilley menjelaskan bahwa Australia ingin melihat negara-negara di kawasan tersebut beralih dari krisis energi berbasis fosil menuju energi terbarukan.

“Tujuan kami adalah membantu negara-negara di Asia Tenggara untuk mengubah sumber energi mereka ke basis energi yang lebih ramah lingkungan,” tambahnya.

Investasi Australia ini diharapkan tidak hanya mengikuti jejak negara tersebut dalam transisi energi, tetapi juga memberikan dukungan pendanaan kepada Indonesia. Hal ini bertujuan untuk mendorong Indonesia agar tidak lagi bergantung pada impor batu bara dari Australia, tetapi beralih ke sumber energi yang lebih berkelanjutan.

Namun demikian, Tilley mengakui bahwa setiap negara memiliki tantangan yang berbeda dalam hal transisi energi. Meskipun demikian, Australia yakin bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk melakukan transisi tersebut.

“Indonesia mampu melakukan transisi energi meskipun dengan tantangan dan kebijakan yang berbeda dengan Australia,” katanya.

Salah satu fokus utama dari komitmen Australia adalah untuk mendorong masuknya investasi sektor swasta dalam bidang energi di Indonesia. Steve Scott, Kuasa Usaha Australia untuk Indonesia, menjelaskan bahwa melalui Kemitraan Iklim dan Infrastruktur Australia-Indonesia (KINETIK), Australia telah menyediakan dana sebesar 200 juta dolar Australia untuk mendukung transisi energi di Indonesia.

“Dengan nilai 200 juta dolar Australia, KINETIK akan memperdalam kerja sama bilateral untuk mengurangi emisi dan mendorong sistem energi dan industri untuk mempercepat transisi menuju nol emisi karbon,” ungkap Scott dalam keterangan tertulis yang diterbitkan oleh Kedutaan Besar Australia di Indonesia.

KINETIK akan berfokus pada peningkatan investasi dalam transisi energi dengan mendukung reformasi kebijakan dan regulasi di Indonesia. Selain itu, program ini juga akan memberikan akses pembiayaan bagi usaha kecil dan menengah yang berfokus pada isu iklim, serta memberikan insentif bagi investasi pada proyek-proyek infrastruktur hijau berskala besar. (Hartatik)

Like this article? share it

More Post

Receive the latest news

Subscribe To Our Weekly Newsletter

Get notified about new articles