Indonesia Net-Zero Summit 2026 soroti pelaksanaan aksi iklim dan green growth

Jakarta – Lebih dari 8.000 peserta diperkirakan akan menghadiri Indonesia Net-Zero Summit (INZS) 2026 di Balai Kartini, Jakarta, pada Sabtu, 1 Agustus, di mana para pembuat kebijakan, pemimpin bisnis, peneliti, organisasi masyarakat sipil, dan kaum muda akan berkumpul untuk membahas bagaimana Indonesia dapat mewujudkan komitmen iklim menjadi tindakan nyata.

Diselenggarakan oleh Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), INZS 2026 mengusung tema “It’s Time to Deliver!” yang menekankan perlunya melampaui sekadar janji dan mempercepat pelaksanaan kebijakan transisi iklim dan energi.

Kini memasuki tahun keenamnya, INZS telah berkembang dari sebuah konferensi daring yang diluncurkan selama pandemi COVID-19 menjadi apa yang digambarkan oleh para penyelenggara sebagai forum iklim independen terbesar di Indonesia. “Kami memulai Indonesia Net-Zero Summit sekitar empat atau lima tahun yang lalu, tepatnya pada tahun 2021. Awalnya acara ini diselenggarakan secara daring, namun setelah pandemi COVID mereda, kami mengubahnya menjadi acara luring,” kata Dino Patti Djalal, pendiri dan ketua FPCI, kepada media, Rabu, 29 Juli.

Dino mengatakan bahwa INZS sengaja didirikan sebagai platform independen yang mendorong dialog lintas sektor. “Kami ingin ini menjadi platform independen—tanpa ikatan politik atau aliansi politik dengan pihak mana pun—tetapi yang benar-benar berakar pada masyarakat,” katanya. “Pendekatan kami tidak pro-pemerintah maupun anti-pemerintah. Kami memfasilitasi dialog interaktif antara pemerintah, masyarakat, pemuda, perguruan tinggi, dan dunia usaha.”

Dia menambahkan bahwa fokus tahun ini mencerminkan kesadaran yang semakin meningkat bahwa target iklim yang ambisius kini harus didukung oleh langkah-langkah implementasi. Dino mengatakan tema tahun ini adalah ‘The Delivery’, dan menambahkan bahwa konferensi tersebut akan menghasilkan rekomendasi kebijakan serta laporan resmi untuk membantu mewujudkan hasil diskusi menjadi tindakan nyata.

INZS 2026 juga akan dibuka dengan pembacaan Net-Zero Declaration oleh para pemuda, yang menyoroti peran generasi muda dalam mendorong agenda iklim Indonesia.

Iklim, energi, keuangan, dan alam

Menurut Manajer Program Iklim FPCI, Kiara Putri Mulia, konferensi ini akan menampilkan lima kelompok tematik yang mencakup Keamanan Energi; Geopolitik dan Diplomasi; Ekonomi, Perdagangan, dan Keuangan; Solusi Berbasis Alam; serta Pemuda, Masyarakat, dan Ketahanan Sosial.

Acara ini menampilkan lebih dari 50 pembicara, dua sesi pleno, diskusi paralel, serta delapan acara sampingan yang meliputi lokakarya, diskusi meja bundar, pemutaran film, majelis warga, dan pameran interaktif. Sekitar 130 organisasi turut berpartisipasi dalam INZS 2026.

Topik-topik yang akan dibahas meliputi kebijakan iklim Indonesia di tengah ketidakpastian geopolitik, pengembangan energi terbarukan, pendanaan iklim, solusi berbasis alam, mineral kritis, ketahanan perkotaan, kendaraan listrik, dan tata kelola iklim internasional.

Platform untuk kolaborasi

Novita Natalia Kusumawardani, co-founder Bicara Udara dan salah satu pembicara dalam INZS 2026, berpendapat bahwa event ini telah menjadi lebih dari sekadar konferensi biasa. Ia mengatakan bahwa sesi yang akan dibawakannya akan berfokus pada salah satu tantangan lingkungan perkotaan yang paling mendesak di Indonesia, dengan diskusi yang diharapkan dapat mengeksplorasi langkah-langkah praktis untuk meningkatkan kualitas udara.

Putra Adhiguna, Direktur Energy Shift Institute, mengatakan bahwa karakter akar rumput dari konferensi ini menjadikannya sangat relevan di tengah ketidakpastian global. Sesi yang diampunya akan mengkaji masa depan industri Indonesia melalui perspektif mineral kritis dan industri bersih. “Kami tentu akan membahas mineral kritis dan industri nikel Indonesia, tetapi saya juga ingin memperluas cakupan pembahasan dan membicarakan industrialisasi hijau,” kata Putra.

Gratis dan terbuka untuk umum

INZS 2026 ini diperkirakan akan menarik lebih dari 8.000 peserta. Acara ini gratis serta terbuka untuk umum. INZS 2026 akan ditutup dengan penampilan khusus dari musisi Teddy Adhitya sebagai bagian dari kampanye global “No Music on a Dead Planet” yang memanfaatkan musik untuk meningkatkan kesadaran akan perubahan iklim dan perlindungan lingkungan.

Registrasi dan jadwal lengkap acara dapat diakses melalui situs web resmi FPCI Climate.

tanahair.net adalah media partner Indonesia Net-Zero Summit 2026

Like this article? share it

More Post

Receive the latest news

Subscribe To Our Weekly Newsletter

Get notified about new articles