Jakarta – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) telah memulai pengeboran sumur keduanya untuk pengembangan pembangkit listrik tenaga panas bumi Lumut Balai Unit 3 berkapasitas 55 megawatt (MW) di Sumatera Selatan, demikian disampaikan perusahaan tersebut pada Jumat, 25 September.
Sumur LMB-19.4 merupakan kelanjutan dari pengeboran sumur eksplorasi pertama, LMB-19.3, yang dimulai pada bulan Juli. PGE menyatakan bahwa pengeboran sumur kedua ini diperkirakan akan memakan waktu sekitar 40 hari.
Proyek Lumut Balai Unit 3, yang berlokasi di kawasan kerja panas bumi Lumut Balai, ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2030. Proyek ini akan melengkapi Unit 1 dan 2, yang masing-masing memiliki kapasitas 55 MW dan telah mulai beroperasi pada akhir 2019 serta Juni 2025.
Direktur Utama PGE, Ahmad Yani, mengatakan bahwa proyek tersebut akan mendukung peningkatan permintaan listrik di Sumatera Selatan dan berkontribusi terhadap target perusahaan untuk mencapai kapasitas terpasang pembangkit listrik tenaga panas bumi sebesar 1 gigawatt (GW) pada tahun 2028 dan 1,8 GW pada tahun 2034.
Proyek tersebut tercantum sebagai proyek strategis dalam Buku Biru dan Buku Hijau 2025–2029 Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Indonesia.
PGE menyatakan telah mengidentifikasi potensi panas bumi hingga 3 GW di 10 kawasan kerja yang dikelolanya secara mandiri, yang menjadi landasan bagi ekspansi jangka panjangnya. (nsh)
Foto banner: Gambar dibuat menggunakan DALL·E dari OpenAI melalui ChatGPT (2024)


