Gas Natuna siap mengalir ke pasar domestik setelah capaian penting proyek pipa Batam

Jakarta – PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) telah menyelesaikan operasi krusial hot tap pada proyek pipa gas Sistem Transportasi Natuna Barat (WNTS)-Pemping. Perkembangan ini membuka jalan bagi pasokan gas untuk mencapai Batam dan mendukung pembangkit listrik di Sumatra.

BUMN energi tersebut mengumumkan pada Kamis, 18 Juni, bahwa pekerjaan hot tap telah diselesaikan dengan aman dan tanpa mengganggu aliran gas yang sedang berlangsung melalui pipa lepas pantai yang sudah ada. Pekerjaan hot tapping dianggap sebagai tahap paling menantang secara teknis dalam proyek tersebut.

“Puji syukur ke hadirat Tuhan YME, pelaksanaan hot tap yang merupakan the most critical milestone proyek WNTS-Pemping berjalan dengan lancar,” kata Direktur Utama PLN EPI, Rakhmad Dewanto.

Ia mengatakan bahwa pencapaian tersebut menunjukkan kesiapan PLN EPI dalam melaksanakan mandat dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral untuk membangun dan mengoperasikan pipa gas tersebut, sekaligus memastikan pasokan gas yang andal, efisien, dan berkelanjutan bagi sistem kelistrikan di Sumatra dan Batam.

Operasi penyambungan pipa saat sistem beroperasi (hot tap) ini melibatkan penyambungan pipa baru ke jaringan WNTS yang sudah ada, sementara jaringan tersebut tetap beroperasi, dengan mengalirkan sekitar 300 juta kaki kubik gas per hari pada tekanan 1.096 psi. Pekerjaan ini dilakukan pada kedalaman 29 meter di bawah permukaan air tanpa menimbulkan kebocoran gas apa pun, sehingga menjadikannya salah satu kegiatan teknik berisiko tertinggi dalam proyek tersebut.

Pencapaian ini menandai perubahan bersejarah bagi sektor energi Indonesia. Gas dari ladang-ladang Natuna, yang selama ini diekspor, kini akan dialihkan untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negeri, guna mendukung upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi dan memaksimalkan pemanfaatan sumber daya nasional.

Setelah operasi selesai, proyek ini akan memasuki tahap uji coba operasional, dengan rencana pengiriman gas awal sebesar sekitar 25 juta kaki kubik standar per hari (MMSCFD) untuk mendukung pembangkit listrik di Batam.

Kepala SKK Migas, badan pengatur hulu minyak dan gas, Djoko Siswanto, mengatakan bahwa persiapan sedang dilakukan untuk memulai uji coba operasional paling cepat minggu depan.

“Insya Allah minggu depan commissioning. Pararel saat ini, tim SKK Migas sedang menyiapkan gas untuk commissioning-nya agar gas dari Natuna untuk pertama kalinya dapat mengalir ke Republik Indonesia, yang sudah ditunggu-tunggu sejak bertahun-tahun lamanya,” kata Djoko.

Dukung keandalan pasokan listrik

Pasokan gas dari Natuna diperkirakan akan meningkatkan ketersediaan bahan bakar bagi pembangkit listrik yang dioperasikan oleh PLN di Batam, khususnya pembangkit listrik turbin gas siklus gabungan (PLTGU) Tanjung Uncang berkapasitas 135,29 megawatt dan PLTGU berkapasitas 109,4 MW milik produsen listrik independen PT Energi Listrik Batam (ELB).

PLN EPI juga telah menandatangani perjanjian penjualan gas dengan West Natuna Exploration Limited (WNEL) yang mencakup pasokan hingga 111 juta kaki kubik per hari mulai tahun 2027 hingga 2037.

Pasokan gas tambahan ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada pembangkit listrik berbahan bakar minyak, meningkatkan keandalan sistem kelistrikan, dan berkontribusi pada penurunan emisi.

“Selain pasokan gas dari WNEL, PLN EPI mengharapkan adanya pasokan gas tambahan untuk meningkatkan keandalan pasokan energi primer bagi pembangkit PLN dan PLN Batam. Selain lebih efisien dan bersumber dalam negeri, penggunaan gas juga lebih bersih dibandingkan BBM,” kata Rakhmad.

Mendorong ambisi industri Batam

Selain sektor kelistrikan, pipa gas WNTS-Pemping diharapkan dapat menjadi sumber energi yang andal bagi basis industri Batam yang berkembang pesat. Dengan selesainya tahap hot tap, proyek ini memasuki tahap akhir sebelum gas Natuna secara resmi mulai dialirkan ke Batam.

Proyek ini telah mempekerjakan lebih dari 700 pekerja di berbagai bidang kegiatan, mulai dari fabrikasi, lepas pantai, dekat pantai, hingga darat.

Batam telah memposisikan diri sebagai salah satu pusat utama di Indonesia untuk sektor manufaktur, logistik, pusat data, dan investasi di bidang ekonomi digital. Pasokan gas yang stabil dianggap sangat penting untuk mendukung pertumbuhan industri di masa depan dan meningkatkan daya saing pulau tersebut. (nsh)

Foto banner: Gambar dibuat menggunakan DALL·E dari OpenAI melalui ChatGPT (2024)

Like this article? share it

More Post

Receive the latest news

Subscribe To Our Weekly Newsletter

Get notified about new articles