Laporan industri fashion serukan penerapan model pembiayaan baru untuk kurangi emisi

Jakarta – Dua laporan baru dari Piagam Industri Mode untuk Aksi Iklim (Fashion Industry Charter for Climate Action) di bawah Badan Perubahan Iklim PBB (UN Climate Change) menyerukan penggunaan pembiayaan inovatif dan pendekatan berbasis pasar untuk mempercepat pengurangan emisi di seluruh industri mode, khususnya pada tahap produksi hulu, demikian disampaikan Badan PBB tersebut melalui situs webnya pada Kamis, 27 Agustus.

Laporan berjudul Carbon Market Solutions for Decarbonising Fashion dan “Financing Mechanisms to Support Decarbonisation within the Fashion Sector”, mengkaji bagaimana pasar karbon dan pembiayaan berkelanjutan dapat membantu mengarahkan modal ke bagian-bagian rantai nilai mode yang menghasilkan emisi tinggi.

“Modal dan insentif dapat dialokasikan ke tempat-tempat di mana pengurangan emisi harus dilakukan,” kata Matthew Guenther, wakil ketua Fashion Industry Charter for Climate Action, sambil menekankan perlunya melihat melampaui pendekatan pembiayaan konvensional.

Laporan pasar karbon ini mengkaji berbagai instrumen, termasuk penetapan harga karbon internal, insetting, kontribusi mitigasi, dan penyerapan karbon. Laporan ini juga menyoroti bagaimana sistem penetapan harga karbon dan kepatuhan yang sedang berkembang, terutama di Asia Tenggara, mengubah insentif bagi para pemasok.

Laporan kedua ini mengkaji instrumen pembiayaan yang dapat mendukung dekarbonisasi, termasuk pinjaman dan obligasi hijau serta yang terkait dengan keberlanjutan, hibah, pembiayaan campuran, dan kontrak kinerja energi. Laporan ini juga mengkaji model pembiayaan kolaboratif yang diadopsi dari sektor mode dan sektor manufaktur secara lebih luas.

Salah satu temuan utama adalah bahwa pemasok hulu skala kecil dan menengah, termasuk penyedia bahan baku, sering kali kesulitan mengakses modal yang terjangkau meskipun mereka menyumbang porsi emisi yang signifikan. Rantai pasokan yang terfragmentasi, praktik pembelian jangka pendek, keterbatasan data, serta persepsi akan risiko tinggi terus menghambat investasi di bidang energi terbarukan dan teknologi rendah karbon.

Laporan-laporan tersebut menunjukkan bahwa kolaborasi yang lebih erat antara merek, pemasok, dan lembaga keuangan merupakan cara untuk mengatasi hambatan-hambatan tersebut. Pendekatan yang diusulkan meliputi pembiayaan bersama, sistem verifikasi bersama, perjanjian pembelian listrik secara kolektif, dan program dekarbonisasi yang berfokus pada pemasok.

Brian La Plante, Manajer Senior Bidang Keberlanjutan di YKK Fastening Products Group, mengatakan bahwa untuk mencapai target iklim industri ini, diperlukan pendekatan baru dan kerja sama yang lebih erat di seluruh ekosistem mode.

Laporan-laporan tersebut disusun oleh Fashion Industry Charter for Climate Action dengan dukungan analitis dari Carbon Trust serta masukan dari para penandatangan Piagam dan pemangku kepentingan lainnya.

Temuan mereka dimaksudkan untuk membantu perusahaan-perusahaan mode memenuhi komitmen mereka terhadap emisi nol bersih pada tahun 2050 sekaligus meningkatkan ketahanan dan daya saing rantai pasokan. (nsh)

Foto banner: Vitaly Gariev/Pexels.com

Like this article? share it

More Post

Receive the latest news

Subscribe To Our Weekly Newsletter

Get notified about new articles