Jakarta – Kebakaran hutan dan lahan terus melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Barat, dengan pihak berwenang melaporkan lebih dari 2.600 titik panas seiring dengan intensifnya upaya untuk memadamkan api dan mencegah penyebarannya, demikian disampaikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Rabu, 26 Agustus.
Pos Komando Penanggulangan Bencana Kalimantan Barat mencatat lebih dari 2.610 titik panas pada hari Selasa, termasuk 86 titik yang diklasifikasikan sebagai titik panas dengan tingkat keyakinan tinggi, 2.447 titik dengan tingkat keyakinan sedang, dan 77 titik dengan tingkat keyakinan rendah. Sebanyak 64 lokasi masih menunjukkan tanda-tanda kebakaran aktif.
BNPB telah melancarkan operasi modifikasi cuaca untuk memanfaatkan potensi curah hujan. Pada hari Selasa, satuan tugas udara melakukan dua kali penerbangan, menyebarkan total 2.000 kilogram natrium klorida (NaCl) di atas wilayah Bengkayang, Landak, dan Sanggau di Kalimantan Barat. Penerbangan lainnya dijadwalkan pada hari Rabu di atas wilayah Bengkayang dan Sambas.
Hujan berpotensi memperkuat upaya pemadaman kebakaran
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan kemungkinan terjadinya hujan ringan di beberapa wilayah Kalimantan Barat antara tanggal 26 Agustus hingga 1 September, yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung upaya pemadaman kebakaran. BNPB menyatakan bahwa curah hujan tersebut dapat membantu memadamkan titik-titik panas yang masih tersisa dan kebakaran yang masih aktif.
Pihak berwenang juga mengerahkan helikopter untuk penyiraman air dan patroli udara, sementara lebih dari 2.700 personel dari berbagai instansi turut serta dalam operasi darat.
Skala kebakaran tersebut juga memicu kekhawatiran terkait kualitas udara. Pemantauan harian menunjukkan bahwa kualitas udara di Jongkat dan Sungai Tebelian masuk dalam kategori tidak sehat, sementara Sungai Raya mencatat kondisi yang sangat tidak sehat.
Luas lahan yang terbakar di Kalimantan Barat sejak awal tahun 2026 hingga bulan Juni tercatat sebesar 38.310,89 hektar.
BNPB telah mengidentifikasi Ketapang, Kubu Raya, Melawi, dan Kayong Utara sebagai wilayah dengan prioritas tinggi dalam pengelolaan kebakaran. Sintang, Sambas, Sekadau, Landak, dan Bengkayang diklasifikasikan sebagai wilayah yang memerlukan perhatian dengan prioritas sedang.
Sementara itu, Kementerian Kehutanan menyatakan bahwa tim pemadam kebakaran Manggala Agni di Pontianak telah berjuang memadamkan kebakaran tersebut selama hampir tiga minggu. Operasi ini melibatkan 65 personel Manggala Agni, yang diperkuat oleh 15 personel dari Sulawesi, dan bekerja sama dengan militer, kepolisian, BNPB, komunitas pemantau kebakaran setempat, serta kelompok-kelompok lainnya.
Kementerian tersebut juga telah meningkatkan dukungan medis dan keselamatan bagi petugas pemadam kebakaran, termasuk pemeriksaan kesehatan, multivitamin, suplemen gizi tambahan, dan tabung oksigen portabel. Para pejabat mengatakan bahwa operasi yang berlangsung lama ini telah membuat personel terpapar panas, asap, dan kelelahan saat mereka melakukan operasi pemadaman, pendinginan, dan patroli.
Jikalahari kritik kunjungan Prabowo ke Riau
Situasi kebakaran ini juga menuai kritik dari kelompok-kelompok lingkungan di Provinsi Riau yang berbatasan. Kelompok lingkungan Jikalahari mengkritik kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Riau pada Senin, 24 Agustus, dengan menyatakan bahwa kunjungan pertamanya ke provinsi tersebut seharusnya berfokus pada perlindungan warga yang terdampak kabut asap serta penguatan penegakan hukum terhadap perusahaan-perusahaan yang terkait dengan kebakaran hutan dan lahan.
Koordinator Jikalahari, Okto Yugo Setiyo, mengatakan polusi udara di Riau telah mencapai tingkat “sangat tidak sehat”, mengutip data IQAir yang mencatat indeks kualitas udara sebesar 256 pada 24 Agustus. Kelompok tersebut juga menyebutkan bahwa sebanyak 376 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) telah tercatat hanya pada bulan Agustus saja.
Berdasarkan analisis Jikalahari terhadap data satelit Suomi NPP-VIIRS, Riau mencatat 4.492 titik panas antara Januari dan Agustus 2026, termasuk 1.083 titik panas pada bulan Agustus. Sekitar 74% dari titik panas tersebut berada di lahan gambut, sedangkan 19,4%, atau 875 titik panas, berada di dalam kawasan konsesi perusahaan, termasuk perkebunan kayu industri dan perkebunan kelapa sawit.
Penelitian lapangan yang dilakukan antara tanggal 15 dan 24 Agustus mengidentifikasi sekitar 583 hektar lahan yang terbakar yang diduga terletak di dalam lima wilayah konsesi perusahaan, kata Jikalahari.
Jikalahari mendesak presiden untuk mengevaluasi kinerja pemerintah provinsi, meninjau kembali konsesi-konsesi di lokasi terjadinya kebakaran, termasuk izin-izin di lahan gambut, serta memerintahkan lembaga penegak hukum untuk mengambil tindakan terhadap perusahaan-perusahaan yang konsesinya terdampak kebakaran.
Jikalahari juga menyoroti kasus-kasus yang dilaporkannya kepada Kepolisian Riau pada tahun 2025 yang melibatkan lima perusahaan dan luas lahan terbakar sekitar 179 hektar, dengan menyatakan bahwa hingga saat ini tidak ada satu pun perusahaan yang ditetapkan sebagai tersangka.
Kelompok tersebut menyatakan bahwa kunjungan Prabowo seharusnya menunjukkan komitmen yang telah diungkapkan pemerintahnya untuk mencegah dan menindak tegas pencemaran lingkungan, perusakan lingkungan, serta pembakaran hutan, alih-alih hanya mengandalkan laporan dari para pejabat.
Upaya penanggulangan kebakaran diperkuat
Situasi yang masih berlangsung di Kalimantan Barat terjadi di tengah upaya pihak berwenang untuk memperketat langkah-langkah pencegahan kebakaran di wilayah-wilayah lain yang rawan kebakaran.
Di Jambi, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni pada Selasa, 25 Agustus, meninjau daerah-daerah yang terdampak kebakaran di Tanjung Jabung Timur dan menyerukan agar respons terhadap titik-titik panas dipercepat, patroli diperketat, serta kerja sama yang lebih erat antara instansi pemerintah, aparat keamanan, masyarakat, dan pelaku usaha.
Pihak berwenang telah memperingatkan bahwa ancaman kebakaran lebih lanjut masih berlanjut hingga 1 September, seiring berlanjutnya upaya memadamkan kebakaran yang masih berkobar dan mencegah timbulnya kebakaran baru. (nsh)
Foto banner: Pemadaman darat yang dilakukan tim satgas gabungan di wilayah Kalimantan Barat, Selasa, 25 Agustus 2026. Sumber : BNPB


