Peneliti BRIN identifikasi dua spesies ngengat baru dari Papua dan Sulawesi

Distribusi Glyphodella fojaensis, spesies baru (lingkaran hitam), Chabulina celebesensis, spesies baru (segitiga merah), dan C. onychinalis (tanda plus hijau) di Indonesia. (Sumber: RAFFLES BULLETIN OF ZOOLOGY 74: 87–94, 11 Februari 2026)

Jakarta — Peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berhasil mengidentifikasi dua spesies ngengat baru endemik Indonesia dari genus Glyphodella dan Chabulina. Kedua spesies tersebut diberi nama Glyphodella fojaensis Sutrisno & Ubaidillah, 2026 dan Chabulina celebesensis Sutrisno & Ubaidillah, 2026. Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal internasional Raffles Bulletin of Zoology edisi Februari 2026 dalam artikel berjudul “Description of two new endemic species of the closely related genera,
Glyphodella and Chabulina Shaffer & Munroe, 2007, from Indonesia (Lepidoptera: Crambidae: Spilomelinae)”

Dalam pernyataan BRIN, Selasa, 3 Maret, penelitian dilakukan oleh Hari Sutrisno dan Rosichon Ubaidillah dari Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN melalui survei lapangan di Papua dan Sulawesi pada periode 2002–2017 serta kajian koleksi spesimen di Museum Zoologicum Bogoriense (MZB), Bogor. Para peneliti menemukan bahwa Glyphodella fojaensis merupakan satu-satunya spesies dari genus Glyphodella yang tercatat di Indonesia dan bersifat endemik di Pegunungan Foja, Papua. Sementara itu, Chabulina celebesensis merupakan spesies baru yang endemik Sulawesi dan ditemukan di Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Utara.

Menurut Rosichon Ubaidillah, kedua spesies ini memiliki karakter morfologi khas yang membedakannya dari spesies kerabatnya. Glyphodella fojaensis memiliki bercak kuning berbentuk bulat pada sayap depan serta struktur genitalia jantan yang berbeda, sementara Chabulina celebesensis dapat dikenali dari pola garis pada sayap dan bentuk genitalia yang unik. Karakter morfologi tersebut menjadi dasar penetapan keduanya sebagai spesies baru bagi ilmu pengetahuan.

Dalam penelitian tersebut, spesimen dikoleksi menggunakan perangkap cahaya dan kemudian dianalisis melalui pengamatan mikroskopis untuk melihat pola sayap serta struktur genitalia, yang merupakan penanda penting dalam identifikasi ngengat. Seluruh spesimen kemudian disimpan dan didokumentasikan di Museum Zoologicum Bogoriense sebagai koleksi nasional.

Berdasarkan hasil penelitian, Glyphodella fojaensis hidup di hutan tropis primer Pegunungan Foja di Papua, sedangkan Chabulina celebesensis ditemukan di hutan sekunder tropis di Sulawesi. Kedua spesies ini bersifat nokturnal atau aktif pada malam hari.

Penemuan ini menambah data keanekaragaman serangga Indonesia, khususnya ngengat dari famili Crambidae, serta memperkaya pemahaman tentang keragaman spesies dalam subfamili Spilomelinae di kawasan tropis. Para peneliti juga menekankan bahwa spesies endemik dengan sebaran terbatas sangat rentan terhadap perubahan lingkungan seperti deforestasi dan degradasi habitat, sehingga perlindungan ekosistem hutan di Papua dan Sulawesi menjadi penting untuk menjaga kelestarian spesies tersebut.

BRIN menyatakan akan terus melakukan eksplorasi dan kajian biodiversitas serangga di berbagai wilayah Indonesia sebagai bagian dari upaya pendataan dan pelestarian sumber daya hayati secara berkelanjutan. (nsh)

Foto banner: Foto ini menampilkan tiga spesies ngengat yang diteliti dalam studi ini. A: Glyphodella fojaensis, spesies baru yang ditemukan di Papua (spesimen jantan). B–C: Chabulina celebesensis, spesies baru lainnya dari Sulawesi — B menampilkan spesimen jantan dari Sulawesi Tengah, dan C menampilkan spesimen betina dari Sulawesi Tenggara. Label-label tersebut menunjuk pada pola sayap dan tanda-tanda yang membantu ilmuwan membedakan spesies, seperti garis, bintik, dan pita warna. Panah hitam menyoroti fitur kunci yang digunakan untuk mengidentifikasi setiap spesies. (Sumber: RAFFLES BULLETIN OF ZOOLOGY 74: 87–94, 11 Februari 2026)

Like this article? share it

More Post

Receive the latest news

Subscribe To Our Weekly Newsletter

Get notified about new articles