Indonesia dan Norwegia luncurkan fase keempat dana komunitas untuk mendukung FOLU Net Sink 2030.

Jakarta — Indonesia dan Norwegia meluncurkan Layanan Dana Masyarakat untuk Lingkungan (Small Grant) Periode Keempat dan mengundang partisipasi publik untuk mendukung target Indonesia dalam mencapai FOLU Net Sink 2030.

Fase keempat mengikuti putaran ketiga program Small Grant yang diluncurkan pada Agustus 2025, kata Kementerian Kehutanan dalam pernyataan pada Kamis, 12 Februari. “Hari ini, dengan bangga bersama Minister Asmund Aukrust, saya meluncurkan Layanan Dana Masyarakat untuk Lingkungan yang telah memasuki periode keempat,” kata Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, sambil juga mengucapkan terima kasih atas dukungan berkelanjutan Norwegia.

Peluncuran tersebut berlangsung di Jakarta pada hari Kamis selama pertemuan antara Menteri Kehutanan dan Menteri Pembangunan Internasional Norwegia, Asmund Aukrust.

Skema Small Grant merupakan bagian dari upaya Indonesia untuk mencapai target FOLU Net Sink 2030, didukung oleh kemitraan Indonesia–Norwegia melalui mekanisme Results-Based Contribution (pendanaan berbasis hasil). Dalam skema ini, Norwegia menyediakan pendanaan berdasarkan keberhasilan Indonesia yang terverifikasi dalam mengurangi deforestasi dan emisi dari sektor kehutanan dan penggunaan lahan. Dana tersebut disalurkan oleh Kementerian Kehutanan melalui Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH).

Selama tiga fase pertama, program ini telah menyalurkan Rp19,31 miliar kepada 561 kelompok masyarakat, yang manfaatnya dirasakan oleh 31.512 orang di 36 provinsi. Dana ini dirancang untuk secara aktif dan inklusif melibatkan masyarakat dalam upaya konservasi lingkungan dan ketahanan terhadap perubahan iklim. Penerima manfaat meliputi kelompok pemuda, komunitas kehutanan sosial, aktivis konservasi, dan organisasi masyarakat sipil lainnya.

Hingga saat ini, Norwegia telah menyumbangkan USD 216 juta sebagai pengakuan atas prestasi Indonesia dalam mengurangi deforestasi, yang menyoroti komitmen bersama yang nyata seperti yang dijelaskan oleh Aukrust. Ia menambahkan bahwa fase keempat program hibah kecil ini menunjukkan pentingnya memastikan bahwa dukungan mencapai komunitas yang tinggal di dekat hutan.

“Kami sangat bangga dengan kemitraan dan persahabatan yang terjalin dengan Indonesia. Kami datang untuk mendengarkan, belajar, dan menegaskan bahwa kita berada dalam perjuangan ini bersama-sama,” kata Menteri Aukrust.

Untuk fase keempat, pengajuan proposal dibuka mulai tanggal 12 hingga 19 Februari 2026, dengan proses pendaftaran online yang disederhanakan tersedia di layanan-dana-masyarakat.bpdlh.id. Pendaftar dapat memilih dari tiga tema utama: FOLU Goes to School, yang berfokus pada keterlibatan pemuda dalam konservasi lingkungan; FOLU Terra, yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kegiatan berbasis lingkungan; dan FOLU Biodiversity, yang mendukung upaya konservasi keanekaragaman hayati.

Melalui tema-tema ini, Kementerian Kehutanan mendorong partisipasi publik yang luas untuk mempercepat upaya mitigasi perubahan iklim dan memperkuat komitmen Indonesia dalam mencapai target FOLU Net Sink 2030. (nsh)

Foto banner: Kementerian Kehutanan

Like this article? share it

More Post

Receive the latest news

Subscribe To Our Weekly Newsletter

Get notified about new articles